Sejak pelepasliaran seekor penyu dewasa dan puluhan tukik yang dilakukan di Pantai Mapak, BPSPL Denpasar Wilker NTB terus melakukan pembinaan terhadap pengelola pantai. Pembinaan pertama yang dilakukan adalah membentuk Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) yang langsung mendapatkan bimbingan dari Dinas Perikanan Kota Mataram. Tugas utama dari Pokmaswas ini adalah dalam pelestarian sumberdaya kelautan berupa biota laut dilindungi, yaitu Penyu. Oleh karena itu kelompok ini juga disebut Kelompok Pelestari Penyu Mapak (KP2M).
Tidak banyak yang dapat dilakukan oleh BPSPL Denpasar Wilker NTB, kecuali sebatas penyadaran, sosialisasi dan pembinaan yang sifatnya sederhana. Tahun 2018, BPSPL Denpasar melalui Wilker NTB melakukan monitoring peneluran penyu di Pantai Mapak. Hasil monitoring ditemukan dua ekor penyu Lekang naik ke pantai. Satu ekor berhasil bertelur, satu ekor lainnya gagal. Dokumentasi monitoring penyu ini dapat dilihat pada video berikut:
Hingga akhir Bulan Agustus, KP2M telah berhasil menyelamatkan telur-telur penyu dari pantai secara langsung maupun dari para pemburu telur. Terkumpul ratusan telur yang "dieramkan" dalam enam buah sarang buatan. Pada waktunya nanti telur-telur penyu tersebut akan menetas dan dilepasliarkan ke habitatnya (Pantai Mapak).
Bentuk pembinaan lainnya adalah menghubungkan KP2M dengan kampus-kampus untuk dapat dilakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa. Adanya pantai peneluran yang masih aktif tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi para mahasiswa (biologi, lingkungan, kelautan dan lainnya) untuk dapat melakukan pengamatan dan penelitian secara langsung. Bulan September dan Oktober tahun ini, ada empat orang mahasiswa Biologi Fakultas MIPA, Universitas Mataram yang akan melakukan PKL di Pantai Mapak. Ilmu yang mereka dapatkan di bangku kuliah dapat langsung diterapkan di lapangan, khususnya terkait dengan upaya pelestarian penyu.
Pembinaan dalam bentuk dukungan bantuan sarana-prasarana pelestarian akan diupayakan dengan menggandeng perusahaan-perusahaan di sekitar lokasi. Perusahaan melalui dana CSR tentu akan mendukung kegiatan pelestarian lingkungan seperti ini karena akan berimbal balik bagi kelangsungan usaha mereka. Semoga penyu di Pantai Mapak terus ada dan menjadi pusat pelestarian dan edukasi di Mataram, Nusa Tenggara Barat.
"Selamat siang Bos 😃
ReplyDeleteMohon maaf mengganggu bos ,
apa kabar nih bos kami dari Agen365
buruan gabung bersama kami,aman dan terpercaya
ayuk... daftar, main dan menangkan
Silahkan di add contact kami ya bos :)
Line : agen365
WA : +85587781483
Wechat : agen365
terimakasih bos ditunggu loh bos kedatangannya di web kami kembali bos :)"